Tirai Merah Jambu

Spoiler
Sayup-sayup terdengar rintik hujan di ujung sana. Hujan yang menyejukkan semua pemilik hati. Namun, disini masih kering, tak ada satu tetes saja berniat hadir. Mungkin, menunggu angin yang membawanya menghampiri diriku. Walaupun tak menyertakan air nya tapi segan-lah berbagi hawa sejuknya.
Hari ini, Aku sedikit terluka mengingatnya. Aku sedikit bersedih mengingatnya. Aku sedikit bahagia mengingatnya. Apa aku masih mengharapkannya? Memang tak salah jika aku mengharapkannya lebih. Lebih untuk tidak menganggapnya milikku, lebih untuk tidak menganggapnya belahan jiwaku, dan lebih untuk ribuan tidak yang yang lainnya.
Hatiku tercabik, bagai sayat kapak yang membabi buta. Hingga tak menyisakan buih nutfah untuk bersahabat dengan tubuh ini. Rasanya tubuh ini sudah tak sanggup lagi untuk bertahan. Namun, apa sudah gila aku untuk berpikir semuanya berakhir hanya karena ini? Sakit, memang. Tak usah ditanya lagi. Aku sakit untuk semua pertanyaan tentangnya. Pertanyaan tentang mengapa bisa terjadi? Siapa yang salah? Siapa yang telah tersakiti? aku sakit untuk semua pertanyaan itu. Yah, aku putus cinta. Aku ditinggalkan oleh cinta yang hanya atas alasan “dia kurang sempurna”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s